Monday, September 15, 2025

Revenge in Bed Chapter 1. The Pit of Hell

This is the reason I made this blog, actually, because Wattpad banned this story 4 times. 

I heard because Wattpad is bought by Naver, they want to rebrand as a PG platform. 

Anyway, cerita ini dalam Bahasa Indonesia. 

Not suitable for people under 18. 

Mature concept. 

Trigger warning: mention of suicide, sex workers, bad male characters, brutal sex scene (just to be safe) and angst. 

Please avoid if this concept is not to your liking. 











Sinopsis: 

Saskia dulunya heiress, kini dia harus menjadi escort di sebuah nightclub elit untuk menafkahi adik-adiknya. 

Suatu hari, dia diminta jadi personal assistant seorang aktor terkenal dengan bayaran 100 juta sebulan. 

Saskia setuju. 

Romeo adalah aktor paling terkenal di negeri ini. 

Di balik imagenya yang bagai Prince Charming, dia menyimpan kenyataan kalau gairahnya tak terbendung. 

Dia bisa membawa perempuan manapun ke ranjangnya, tapi agensinya mengusulkan untuk menyewa seorang escort untuk menjaga agar rahasia kehidupan liarnya lebih aman. 

Tanpa disangka, Romeo ternyata mengenal Saskia yang dulu pernah menyakitinya di masa lalu. 

Romeo yakin ini karma, dan dia akan melakukan balas dendam terhadap Saskia…..

Di ranjang. 

*****

Ketika hidup terasa gelap dan manusia bersikap bagai titisan setan, masih adakah gunanya percaya pada harapan, kesempatan kedua dan masa depan yang lebih baik?

Mari ikuti kisah Saskia dan Romeo dalam perjalanan mereka mencari uang, balas dendam dan melawan perasaan mereka sendiri. 

(Explicit scenes will be in KaryaKarsa)

*****

Chapter 1. The Pit of Hell


Author’s Note:

Still free dan nggak ada mature scene ya. 

Tapi konsepnya mature. 

Nggak cocok kalau kamu under 18 yo ya. Jangan dibaca. 

Dark romance, spicy angst. 

Please avoid if this is not to your liking.

*****

Saskia tak akan pernah mengira kalau dia akan berakhir menjadi seorang female escort di sebuat nightclub elit. 

Dulu, dia adalah pewaris kaya dari ayahnya yang pengusaha.

Walaupun toxic, ayahnya memberinya banyak uang, dan Saskia hidup bagaikan princess. 

Ibunya sudah meninggal saat melahirkan adik keduanya, dan Saskia hidup bahagia hingga berusia 25 tahun. 

Kemudian, karena banyak keputusan yang salah dan terlalu banyak bekerja sama dengan pejabat korup yang terdeteksi KPK, ayahnya bangkrut. 

Lebih parah lagi, sang ayah bunuh diri karena tak sanggup menanggung kenyataan kalau dia kini jatuh miskin. 

Belum selesai di situ drama kehidupan Saskia. 

Untuk membayar sebagian besar hutang ayahnya, Saskia terpaksa menjual seluruh aset mereka yang tak disita negara. 

Sialnya, sang ayah ternyata berhutang dengan pinjaman online.

Saskia memiliki dua adik. Sebastian yang duduk di bangku SMA, dan Sofia yang masih di bangku SMP. 

Setelah Saskia menjual semua hal yang dimilikinya pun, hutang ayahnya belum lunas. 

Ketika orang-orang yang dikiranya teman pun menjauhinya, Saskia butuh uang untuk menyewa apartemen kecil dan menyekolahkan adik-adiknya, juga untuk makan sehari-hari. 

Karena tak tahu harus minta tolong pada siapa lagi, Saskia akhirnya menjual beda terakhir yang dimilikinya: tubuhnya sendiri. 

*****

Saskia bekerja di The Vault. Nightclub paling bergengsi di Jakarta, yang banyak didatangi orang-orang kaya, selebriti dan pengusaha yang mencari kenikmatan di malam hari.

Tentunya, mantan circlenya tahu seberapa jatuhnya seorang Saskia. 

From the heiress to a whore. 

Sebuah terjun bebas yang menyedihkan. 

Bukannya membantu, para lelaki di circlenya, walaupun bukan mantan teman-teman terdekatnya, malah jadi kalangan pertama yang membelinya untuk semalam. 

Hati Saskia hancur.

Dia melihat betapa keserakahan, nafsu dan uang bisa membuat orang yang terlihat baik menjadi setan. Termasuk dirinya sendiri. 

Di bulan-bulan pertama dia bekerja sebagai escort, dia banyak menangis saat sedang sendiri.

Tapi lama-lama hatinya mengeras, dan dia menganggap pekerjaannya hanya sekedar cara mendapat uang untuk menghidupi adik-adiknya. 

Pada mereka, dia bilang dia bekerja di restoran 24 jam yang mahal, tapi mereka tak bisa berkunjung, katanya. 

Di dunia yang gelap itu, waktu berlalu dengan cepat. Tanpa terasa, Saskia kini sudah berusia 28 tahun, dan sudah 3 tahun menjalani profesi laknat itu. 

*****

Suatu malam yang berawal dengan biasa-biasa saja, Saskia dipanggil ke sebuah ruang VVIP. Berdoa semoga dia akan diperlakukan dengan manusiawi, Saskia memasuki ruangan yang dimaksud. 

“Mbak Saskia?”

”Ya?”

”Kenalkan, saya Farrel, manager seorang aktor terkenal. Saya datang ke sini untuk menawarkan Anda pekerjaan.”

”Pekerjaan?”

”Ya. Saya butuh personal assistant untuk aktor ini. Mbak Saskia diharapkan bisa membantu aktor ini mengurusi kebutuhannya sehari-hari terkait dengan pekerjaan dan personal, juga…..memuaskannya di ranjang.”

Saskia terdiam. 

“Tentunya, Anda akan menandatangani Surat Perjanjian untuk tak membocorkan apa yang sebenarnya Anda lakukan untuk aktor ini. Karena…..aktor ini sebetulnya imagenya sangat bagus di masyarakat.”

Saskia tersenyum sinis. Bukan hal baru baginya. Banyak selebriti yang imagenya baik ternyata sama busuknya dengan yang lain. 

“Kalau Mbak Saskia bersedia…..kami akan membayar Mbak dengan harga tinggi.”

”Maksudnya…..saya ditawarkan jadi simpanan seorang aktor?”

”Merangkap personal assistantnya.”

”Apa aktor ini sudah menikah?”

Farrel tersenyum, “Belum, Mbak.”

Saskia sudah banyak melayani pria-pria bersuami yang datang mencarinya. Namun kalau bisa, dia berharap bisa mencegah menyakiti lebih banyak perempuan. 

“Berapa bayarannya?”

”Seratus juta rupiah sebulan untuk satu tahun.”

Saskia menghitung dalam kepalanya. Kalau semua lancar, dia akan bisa melunasi semua hutang ayahnya dalam 6 bulan. 

Menjadi penghibur satu pria tentunya lebih baik daripada menghibur banyak pria berbeda. 

“Saya setuju,” Saskia menjawab. 

*****

Sepertinya aktor yang belum disebutkan namanya itu sangat kaya raya, karena rupanya Farrel sudah membereskan urusannya dengan owner The Vault, yang juga bossnya Saskia. 

“Boss, besok uangnya gue transfer buat cewek ini,” kata Farrel.

“Persetujuan sama owner kayak gimana?”

”Owner The Vault itu sahabatnya boss agensi kami. Tadi saya udah negosiasi. Kalau aktor yang saya maksud suka sama Mbak Saskia, owner The Vault bisa kencan dengan seorang aktris dari agensi kami.

Saskia mendengar nama aktris itu dan sangat kaget. 

“Bukannya dia cewek baik, ya?”

Farrel tertawa kering. 

“Jangan percaya image di sinetron, Mbak. Aslinya dia nakal.”

Saskia merinding. Dia merasa tak percaya mendengarnya. 

*****

Malam itu juga, sekitar jam 12 malam, Saskia diantar ke penthouse aktor itu. 

Sangat mewah, sangat glamour, sangat berkelas, tak kalah dengan penthouse yang dulu ditinggali Saskia sebelum ayahnya bangkrut. 

Lalu dia melihat foto-foto aktor itu. 

Sejenak, Saskia mendadak pusing. 

Shit. I don’t want this!

Dia ingin lari, tapi tak bisa. 

Dia punya tanggungan. 

Ada adik-adiknya, Sofia dan Sebastian.

Ya.

Saskia kenal siapa aktor itu. 

Dan menjadi simpanan orang itu adalah sebuah karma yang sangat kejam.

Ketika dia mengira hidup sudah tak bisa lebih kejam lagi, ternyata dia harus kecewa. 

Penthouse itu berlantai dua, sehingga Farrel harus menelepon sang aktor dulu. 

“Mas, saya di lantai satu, dan saya udah bersama orang yang akan menolong kita berdua.”

Saskia mendengar suara tawa yang dingin dari sambungan hp itu.

Tak lama kemudian, aktor itu muncul. 

Tampan, seksi, sangat tinggi, berkulit putih khas kegemaran perempuan Indonesia, dengan mata yang katanya bisa menghipnotis penonton. 

Namun malam itu, mata aktor itu terlihat kaget. Dia mengenali perempuan di depannya. 

“Saskia?”

Farrel kaget. 

“Hai, Romeo,” Saskia menjawab seperti seorang narapidana yang tak lama lagi akan disuntik mati. Pasrah dan berat. 

Ya, dia Romeo Silas Septian, atau, kata banyak perempuan akhir-akhir ini, Romeonya Indonesia. 

“Kamu perempuan yang dibawa Farrel untuk jadi asistenku???” Aktor itu bertanya, meyakinkan dirinya. 

“Ya.”

Aktor tampan itu diam sejenak.

Sebelum dia melemparkan kepalanya ke belakang, dan tertawa terbahak-bahak, seperti setan yang sangat puas dengan jalannya neraka malam itu. 

“Karma memang betul-betul ada. Ya kan, Saskia?”

”Ka—kalian berdua….saling kenal?” Farrel bertanya dengan hati-hati. 

“Sangat saling kenal,” Romeo menjawab.

Saskia diam saja.

”Kontraknya?” Tanya Romeo pada Farrel.

”Di sini,” Farrel menunjuk sebuah map yang dipegangnya. 

“Let’s talk, shall we, Saskia? Before I drag you to my bed.”

Saskia merasa panas dingin. 

Matanya terasa basah. 

Dia sungguh ingin lari saja. 

Tapi dia tak bisa. 

Dengan berat, diikutinya Romeo dan Farrel ke ruang makan penthouse itu. 

*****

Author’s Note: 

Thank you for reading this story here. Ke depannya, safe version dari cerita ini bakal kupost di sini, dan explicit scenenya akan ada di KaryaKarsa ya. 









No comments:

Post a Comment