Monday, September 15, 2025

Revenge in Bed Chapter 2: His First Attack

 


Author’s Note: 


18+ ya. Not for underage readers. 


Ini censored version. 900 kata. Yang di KK sekitar 1,400 kata.


Uncensored versionnya bisa dibaca di sini: 


https://karyakarsa.com/Cattleya257/revenge-in-bed-chapter-2-his-first-atta


*****


Saskia tak akan pernah menyangkal apa profesinya kini. Dia memang escort, yang menjual tubuhnya untuk sejumlah uang yang termasuk besar. Kadang, klien yang bertransaksi dengannya dari nightclub memperlakukannya dengan buruk, tapi mereka hanya sebagian kecil. 


Sebagian besar klien memperlakukannya dengan wajar, sewajar orang kaya memperlakukan escort.


Tapi andai bisa, dia ingin menolak Romeo. Sang aktor dulu ada di masa lalu Saskia, dan dia menyesal dengan perbuatannya dulu. Bila diingat kini, dulu dia sangat sombong dan jahat. 


Kini, ketika posisi mereka terbalik, dia tak akan heran kalau Romeo ingin balas menyakitinya. 


100 juta rupiah dalam keadaannya sekarang bukan sesuatu yang sanggup ditolaknya, jadi Saskia duduk dengan lesu dan pucat di ruang makan penthouse itu, dan mendengar Farrel menjabarkan kontrak mereka. 


“Kontrak ini adalah kontrak satu tahun di mana Mbak Saskia akan menyetujui menjadi Personal Assistant Mas Romeo. Mbak Saskia akan bertugas menuruti semua keinginan Mas Romeo. Mbak Saskia juga berkewajiban untuk tidak membeberkan semua yang dilihat dan dialaminya bersama Mas Romeo ke orang lain atau ke social media. Sebagai gantinya, Mbak Saskia akan mendapat gaji sebesar 100 juta rupiah per bulan.”


Romeo tertawa kecil dengan sinis, “Nggak salah? Cuma 100 juta?”


Farrel melihatnya dengan bingung, “Apa Mas Romeo nggak merasa uang sejumlah itu sangat besar?”


”100 juta rupiah dulu itu sedikit buat Saskia!”


Saskia berjengit. Ya, Romeo memang benar. Dulu, total uang saku dari ayahnya dan laba dari beberapa bisnis ayahnya mencapai milyaran. 100 juta memang sedikit untuknya dulu.


”Kalau Mbak Saskia setuju, silakan tandatangani kontrak ini.”


Dengan tangan gemetar, Saskia membolak-balik lembaran kontrak itu. 


Rasanya seperti kontrak dengan setan. 


Kalau dia tanda tangani, harga dirinya akan hilang tak bersisa. Kalau tak dia tanda tangani, dia tak akan bisa membiayai sekolah adik-adiknya, yang walaupun sudah bukan sekolah elit yang mahal, tetap merupakan sekolah yang bagus.


Terbayang uang sewa apartemen dua kamarnya, uang belanja bulanan yang membuat adik-adiknya masih bisa makan dengan enak, walau tak semewah dulu, dan hutang pinjaman online ayahnya yang harus dilunasi. 


“Kalau kamu tolak, memangnya kamu bisa mendapat tawaran yang lebih baik di mana lagi?” tanya Romeo dengan nada merendahkan. 


Saskia menatap aktor itu. 


“Mbak? Bagaimana?” Farrel bertanya. 


Sepenuhnya mengerti dia akan memulai masa-masa hidup yang penuh dengan hinaan dan penderitaan, Saskia akhir menandatangani kontrak itu. 


Setelahnya, Romeo pun langsung menorehkan tanda tangannya. 


Secara resmi, Saskia telah menjual jiwanya pada setan. 


*****


Hobi Romeo untuk bermain di ranjang dengan perempuan yang berbeda-beda dan tanpa komitmen sudah banyak membuat agensinya susah. Mereka sudah menyuap banyak pihak untuk tutup mulut agar bisa mempertahankan image Romeo sebagai aktor yang bagai prince charming.


Namun kini semua sudah mencapai batasnya. 


CEO Agensi itu mengusulkan agar Romeo menyewa seorang escort untuk menjadi simpanannya. Dengan begitu, hasrat liar sang aktor bisa tersalurkan, dan agensi itupun tak harus selalu was-was untuk melindungi imagenya. 


Namun, karena ini kesukaan pribadi sang aktor, agensi menolak membayar biaya escort itu. Romeo pun sudah setuju membayarnya sendiri. 


Di hp Saskia sudah ada notifikasi, 100 juta rupiah telah masuk ke rekeningnya. 


Mau tak mau, Saskia kini harus menjalankan tugasnya. 


Farrel sudah pergi, meninggalkan mereka berdua sendirian. 


Romeo telah membawa Saskia ke kamar tidurnya di lantai dua. Di sana dia mentransfer “biaya layanan” Saskia untuk bulan pertama. 


“Uangnya udah masuk ke rekening kamu, kan?”


”Udah. Thank you.”


”It’s time to do your job, now, right, Saskia?”


Saskia mengangguk. Tubuhnya terasa lemas. Dia sungguh-sungguh malu dengan keadaan ini. 


Mungkin Romeo benar. Ini adalah karma kejahatan Saskia dulu, ketika dia masih kaya raya. 


“Strip. Take it all off,” perintah Romeo.


Saskia diam tak bergerak. Matanya memandang Romeo, memohon belas kasihan yang tak berani dipintanya. 


“I said, Saskia, strip.”


Saskia akhirnya menurut.


*****


Saskia diam.


Suara napas mereka yang terengah-engah memenuhi ruangan. 


Seperti binatang buas yang sudah kenyang, Romeo menjilati pipi Saskia, sebelum mengggerakkan lidahnya ke telinga sang perempuan. 


“Siapa yang sampah sekarang, Saskia?”


Saskia masih diam.


Romeo lalu meninggalkan ranjang dan mandi, sementara Saskia masih tergeletak tak bergerak. Tubuhnya serasa hancur. Serangan Romeo tadi benar-benar tanpa ampun. Dia yakin, dia pasti akan merasa sakit saat berjalan. 


Selesai mandi, Romeo keluar hanya dengan handuk terlilit di tubuhnya. 


“Kamu bisa tidur di kamar sebelah. Besok aku ada syuting jam sembilan pagi. Berangkat jam tujuh, siap-siap jam enam. Jam lima sarapan. Kamu ikut ke lokasi syuting.”


Tanpa bantahan, Saskia berdiri dari ranjang, memunguti dress, underwear, dan high heelsnya, lalu keluar dari kamar itu. 


Di sebelah kamar tidur Romeo, ada kamar tidur yang lebih kecil. 


Saskia mandi. Dia menemukan bathrobe bersih lalu memakainya. 


Air matanya turun lagi ketika dia berbaring di ranjang itu. 


Siapa sangka, dia kini menjadi simpanan Romeo, aktor yang banyak digilai perempuan?


Sayangnya, kini dia adalah perempuan yang digunakan Romeo untuk memuaskan nafsunya, sekaligus balas dendam. 


Menghapus air matanya, dia lalu mewhatsapp adik perempuannya, Sofia. 


Saskia: Sof, tolong siapin baju kakak di tas ya. Buat kerja. Kakak dapat pekerjaan lain. Udah nggak kerja di restoran lagi sekarang. Taruh tasnya di lobby, ya. Besok Kakak ambil.


Sofia: kerja di mana sekarang, Kak? Besok pulang, kan?


Saskia: belum bisa pulang, Sayang. Kakak sekarang jadi personal assistant. Mungkin pulangnya weekend. Belum pasti, tapi Kakak usahain pulang seminggu sekali, ya. 


Sofia: aman nggak Kak, kerjaannya?


Saskia: aman, kok. Jangan lupa bajunya ya. Kakak transfer dua juta, ya. Satu juta buat Sofia, satu juta buat Sebastian. Kalau kurang bilang aja. 


Sofia: pasti cukup kok, Kak, buat agak lama. Chat aku tiap hari, ya, Kak. Biar aku tahu, Kakak baik-baik aja. 


Saskia: iya, Sayang. Besok Kakak kabarin lagi, ya. 


Sofia: oke, Kak. 


Saskia mengeringkan air matanya. 


It’s alright. You’re still alive. Semua ini buat Sofia dan Sebastian. Semoga hidup mereka nanti lebih baik. 


Setelah itu, Saskia tertidur. 


*****


Author’s Note: 

Sepertinya, villain cerita ini tokoh utama cowoknya ya, haha. 

Ini cerita yang dark karena tokoh utamanya sangat jauh dari kata baik. 

Tokoh perempuannya pun berprofesi sebagai escort. 

Mungkin cerita ini bisa jadi alternatif hiburan aja ya. Jangan ditiru in real life. 

Tapi kemungkinan kecil juga sih pembaca sampai meniru irl, wkkk.

Author kalian yang susah fokus ke satu cerita ini lagi belajar buat fokus. 

Semoga, kalo bisa fokus sama cerita ini, setelahnya bisa menyelesaikan The Idol’s Secret Wife atau HRB ya. 

Thank you karena masih mau percaya dan baca ceritaku. 

Semoga bisa menghibur, biarpun gelap. 


 



Oppa Nappa and Cruel Oppa

 



















Wah. Putting it one after the other like this is really making me feel I have been writing for a long time. 

Oppa Nappa was first written for the Yongseo fandom, as in for Jung Yong Hwa and Seo Hyun fandom. They were a couple from the variety show We Got Married. 

Then I repackage the story for the Mineun fandom, Lee Min Ho and Kim Go Eun. I upload it in Patreon and Karyakarsa. 

Now, I repackage it with no celebrities’ names of face claims in Webnovel, titled Cruel Oppa. To be honest, it’s really surprising for me, how a book I wrote in 2011 could still be popular now, with just a little polish. 

Anyway, here’s the links to the stories: 

In Patreon it has reached chapter 49: 

In Karyakarsa, it has also reached chapter 49: 


In Wattpad using Mineun names, it has reached chapter 23. Here’s the link from chapter 1: https://www.wattpad.com/1357382619?utm_source=ios&utm_medium=link&utm_content=share_reading&wp_page=reading&wp_uname=ladylia257

In Webnovel, as Cruel Oppa, it has also reached chapter 23. Here’s the link from chapter 1: https://www.wattpad.com/1357382619?utm_source=ios&utm_medium=link&utm_content=share_reading&wp_page=reading&wp_uname=ladylia257

Don’t get overwhelmed, lol. This is how I live daily.